Sebagaimana yang kita ketahui Alam semesta tidak bersifat statis melainkan dinamis dengan proses yang sangat kompleks yang terjadi di dalamnya. Karena sifat dinamis serta kompleksitas proses yang dialaminya, bisa dipastikan bahwa alam semesta yang kita kenal sekarang tidaklah sama seperti alam semesta pada saat kelahirannya yang dimulai dengan ledakan besar big bang. Fraksi pertama pada saat kelahirannya, alam semesta sangat panas, dan merupakan kumpulan partikel-partikel kehidupan yang sangat dasar. Seiring mengembang dan mendinginnya alam semesta, terbentuklah lapisan demi lapisan yang terdiri dari neutron dan proton, inti atom, atom, galaksi, gugus galaksi, dan pada akhirnya super gugus.
Pada saat ini, alam semesta yang bisa diamati diisi oleh 100 milyar galaksi, yang masing-masing galaksi terdiri dari 100 milyar bintang yang mungkin juga memiliki planet-planet seperti Matahari kita. Galaksi sendiri diikat oleh system gravitasi yang sangat kuat serta materi gelap yang misterius. Mengembangnya alam semesta juga dikendalikan oleh energy gelap, suatu bentuk energy yang bahkan lebih misterius karena gravitasinya justru bersifat menolak bukannya menarik.
Pada tahun 1920-an Edwin Hubble menemukan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh satu sama lain dengan pola yanh umum. Pola ini kemudian berhasil digambarkan melalui hubungan matematis yang sekarang kita kenal sebagai Hukum Hubble yang menyatakan bahwa semakin jauh jarak galaksi-galaksi ini, maka gerak menjauhnya semakin cepat. Continue reading ‘Origin of The Universe’

Recent Comments