Archive for the 'Umum' Category

24
Oct
09

sebuah pencarian..

ya..hingga saat ini semuanya masih berupa pencarian. pencarian tentang apa, siapa, untuk apa? tetapi yang lebih penting adalah bahwa makna dari pencarian itu sendiri masih belum kutemukan..semuanya masih kabur. ada saat dimana aku merasa aku sudah menemukannya, tapi kemudian aku menyadari, bukan ini yang aku cari.

sejujurnya; aku lelah mencari dan terus mencari..aku lelah menunggu saatnya pencarian itu berubah nama menjadi ‘penemuan’..

i know. this is a long  journey…i’ve heard enough ’bout stop searching, start finding. what’s the differences? searching is finding when u mean it that way..

aku tahu, aku tidak harus berjalan terlalu jauh, untuk bisa menemukan apa yang kucari..it’s just i don’t know how to find it. i know where it is, but i don’t know how to get it..

dan kembali, aku tidak merasa bahwa pencarian ini ada artinya..lalu buat apa mencari?

what i’m looking for, i kow it’s so important, it’ll change many thing. but, what’s so important to do if u don’t get the meaning of what u’r doing?

and, still..

i’m still looking, searching, finding, whatever..

still tiring..crying…

14
May
09

wajah negeri ini…

Negara sejahtera digambarkan sebagai seorang pemuda yang gagah perkasa. Ia mampu bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan dengan tetangga terjalin harmonis. Ia pun terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Semua kemampuannya melangkah, atmosfer persaudaraan dan perdamaian yang dia bangung, semuanya dapat dirasakan banyak orang.

Sebaliknya, negara terpuruk tak ubahnya seorang pemuda yang kurus kering tak bergairah, berjalan gontai tanpa arah. Ia lunglai tak berdaya. Untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, dia terpaksa harus mengemis ke sana-sini. Kalau perlu dia lakukan apa saja, agar bisa bertahan hidup. Pertikaian dan konflik adalah akibat yang tidak bisa dihindari lagi. Permusuhan terjadi di semua tempat yang ia datangi.

Seperti apakah wajah negeri kita saat ini? Ada yang menyebut Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Pergesekan kecil saja di tengah masyarakat kita bisa menyulut pertikaian besar. Entah kapan semuanya berakhir. Patut kita sadari, dari semua konflik yang terjadi, rakyat kecillah yang senantiasa menjadi victim. Bagian tak terpisahkan dari bangsa ini yang hampir selalu disebut dalam wacana tapi dilupakan dalam praktek.

Kita harus memandang sesama sebagai saudara, bukan musuh atau ancaman. Juga harus dipahami bahwa manusia itu jauh dari kesempurnaan walaupun bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk melakukan kesalahan.

Banyak orang berbicara tentang bangsa, tapi sedikit sekali yang berusaha menyodorkan solusi secara jujur. Komentar dan analisis tentu perlu. Tapi, solusi lebih perlu lagi sebab hal itu lebih dekat dengan perubahan konkret.

13
May
09

Dream Board

Dalam sebuah training, gue diminta menuliskan mimpi gue dalam hidup di atas sebuah kertas dan melengkapinya dengan gambar-gambar yang mungkin bisa memvisualisasikan mimpi tersebut. awalnya sempet berpikir skeptis juga. gue sebenernya tipe orang tertutup yang kalaupun gue punya sejuta mimpi, just let me keep it for my self!

tapi ternyata setelah gue mengikuti semua prosedur (halah..) dan mencoba memvisualisasikan mimpi-mimpi yang ingin gue raih dalam batas waktu yang diberikan, jadi kerasa banget betapa jelasnya tujuan hidup gue. gue jadi makin yakin dengan kemampuan gue untuk meraihnya. dan setelah berbagi dengan teman-teman, ternyata mereka juga merasa sangat terbantu dengan media dream board ini.

Dream board tidak hanya membantu memperjelas mimpi-mimpi kita, tapi juga menambah keyakinan diri akan tercapainya mimpi tersebut..

try it..believe me, its wonderful

05
May
09

Angin, Tuntun Aku

Angin, tuntun aku dalam melangkah
tuntun aku agar sampai ke tujuanku
biarkan kekuatanmu bimbing aku agar tak jatuh
agar aku tak menyimpang dari jalanku

Angin, tampar aku..
tampar aku jika aku berniat untuk mundur
jika aku berniat untuk lari dari jalanku, dari tujuanku

Angin, bisiki aku dengan cintamu
agar aku tahu kau selalu bersamaku
menuntunku dalam melangkah
menemaniku saat sendiri
menegurku saat ku lalai
mengingatkanku saat ku lupa

Angin..
teruslah bertiup, berhembus hingga akhir waktu
sampaikan pesan cintaku pada keluargaku
pada ayah, pada ibu
pada keluarga yang selalu mencintaiku
sampaikan, katakan pada mereka
bahwa aku sayang mereka

Angin..
biarkan aku merasakan kekuatanmu
kekuatan yang bisa membuat aku bangikt dari setiap keterpurukan
kekuatan yang bisa melindungi tapi juga bisa menghancurkan
biarkan aku merasakannya
biarkan juga aku memilikinya
agar aku sanggup melangkah ke depan
melangkah tanpa ragu di atas kehancuranku
membuktikan pada dunia bahwa “Aku Mau Hidup”

27
Apr
09

Teori Motivasi

Wah, tumben gue posting yang beginian..

Gini ceritanya…

Semester ini gue kan lagi ngambil mata kuliah Motivasi Berprestasi. Dalam minggu ini, kita dapet materi tentang teori-teori motivasi. ini nih, diantaranya yang udah gue pelajari..

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.
Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :

* Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
* Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
* Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.

Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.

2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

secara umum, gue lebih setuju dengan teorinya McLelland. sedangkan teorinya Maslow agak membingungkan karena menurut gue, yang namanya kebutuhan tidak bisa menghilang begitu saja dari kehidupan kita walupun kita udah pernah memenuhinya. yah, emang klo udah pernah makan, ga bakal butuh makan lagi???

04
Apr
09

Ironisme Pemilu

Sekedar pengen curhat tentang kondisi pemilu di negri tercinta ini. Gue beserta beberapa (mungkin sebenarnya banyak) teman lainnya yang notabene perantau dan tinggal jauh dari rumah sangat ingin berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Akan tetapi, kami terpaksa menerima nasib tidak bisa memilih, karena pihak pemerintah di tempat tinggal asal kami tidak bersedia mengeluarkan formulir A5. Katanya sih, belum dikasih dari sononya..Padahal Pemilu tinggal hitungan hari. Pulang kampung juga bukan alternatif yang memungkinkan bagi kami karena biaya yang sangat mahal sementara liburan hanya 4 hari…

Di sisi lain, tidak sedikit teman-teman yang memang punya kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya malah memutuskan untuk tidak berpartisipasi sama sekali dalam pemilu. Mereka merasa calon pemimpin yang ada tidak berkompeten untuk memimpin negri ini sehingga memutuskan untuk tidak ikut memilih.

Gue pribadi ngerasa sedih banget ngeliat ironi ini. Seolah-olah rakyat tidak lagi peduli terhadap masa depan bangsa. Dan buat yang mencoba peduli malah dihalang-halangi…

yah, akhirnya lewat tulisan singkat ini, gua cuma pengen menghimbau semua Warga Negara Indonesia a.k.a WNI baik yang tinggal di Indonesia maupuin yang tinggal di luar negri untuk memanfaatkan hak suaranya dengan sebaik-baiknya. Mari bersama-sama kita perbaiki kondisi negara kita tercinta ini. Jadilah bagian dari perubahan..!!

27
Mar
09

Beasiswa ITB untuk Semua

“Jangan urungkan untuk menggantungkan cita-citamu setinggi langit.”

”Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.”Pasal 31, Ayat 1, Undang-undang Dasar 1945

Alhamdulillah, kini program beasiswa baru di ITB bernama: “ITB Untuk Semua” telah siap diluncurkan. Di tengah semakin mahalnya sekolah sekarang ini, ITB akan merekrut mahasiswa dari keluarga dengan ekonomi tak mampu (penghasilan kedua orang tua di bawah UMR). Mereka akan dibiayai dan dibimbing agar mampu meningkatkan kualitas kehidupannya, sekaligus menjadi lini terdepan untuk memajukan masyarakat. Semua biaya, termasuk biaya hidup di Bandung selama kuliah, akan ditanggung beasiswa. Program ini merupakan gagasan dari salah satu anggota MWA ITB dari wakil masyarakat, yakni Ibu Betty Alisjahbana (alumni Arsitektur ITB).

Bagi rekan-rekan yang berminat terlibat, beberapa cara:
1) Ikut menyebarluaskan leaflet/pengumungan beasiswa “ITB Untuk Semua” sehingga bisa mencapai pelosok Tanah Air. Dengan demikian informasi ini dapat tersebar ke sebanyak mungkin anak bercita-cita tinggi, pandai, tekun, namun dari keluarga tak mampu. Leaflet dapat di-print dan disebarluaskan. (Pihak ITB sendiri akan menyebarkan leaflet versi hard copy ke sekolah-sekolah) .
2) Ikut menjadi donatur. Proposal skema donasi akan disebarluaskan kemudian.
3) Teman-teman bisa membantu dengan cara menyebarkan informasi ini ke teman-teman kita, ke sekolah-sekolah yang membutuhkan
5) Untuk teman-teman mahasiswa ITB, kita juga bisa berperan untuk jadi tim pendamping. Bagi teman-teman yang berminat, bisa menghubungi Lulu (Tim Beasiswa 08) atau Jakfar (Menteri Advokasi dan Pelayanan KM ITB 08/09). Mekanisme detil akan diinformasikan lebih lanjut. We need u guys :)

Beasiswa ‘ITB Untuk Semua’
http://www.itbuntuksemua.com
*Leaflet rekrutmen calon mahasiswa (versi teks) bisa dilihat di bawah ini:

========
Apa Itu Program “ITB Untuk Semua”?

Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua”. Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung.

Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.

========
Persyaratan

Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
• Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
• Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
• Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
• Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
• Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB

========
Bidang Studi yang Dapat Dipilih

Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Sekolah Farmasi (SF), dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

========
Cara Mendaftar

Kirimkan berkas formulir pendaftaran (bisa didownload disini ) dengan dilengkapi dokumen sbb:
• Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
• Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa)
• Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
• Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program ”ITB Untuk Semua”
• Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]

Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:

Panitia Penerimaan Beasiswa ”ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung

Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)

========
Ujian Penerimaan

Panitia seleksi tahap awal program ”ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:
• Kemampuan akademik
• Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program ”ITB Untuk Semua”)
• Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
• Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah

Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.

Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.

Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa ”ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.




 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Chiba Yumi

visitor’s counter

visitor’s track

Archives

best V

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

blog urang awak

Lyrics