Jika Teman-teman senang memandangi langit di senja bahkan malam hari, tentu Teman-teman sering melihat indahnya langit bertabur bintang yang bersinar bersama-sama dengan Bulan. Pernahkah Teman-teman memperhatikan permukaan Bulan dalam fase sabit? Jika pernah, maka Teman-teman tentu juga pernah melihat pantulan cahaya Bumi pada permukaan Bulan. Fenomena ini lebih dikenal dengan sebutan cahaya Bumi atau Earthshine.
Earthshine menyinari bagian gelap pada permukaan Bulan yang berada dalam fase sabit.
Earthshine adalah cahaya yang sangat lembut dan lemah pada sisi gelap Bulan. Cahaya ini sendiri berasal dari pantulan cahaya Matahari oleh Bumi yang sampai pada permukaan Bulan.
Lebih tepatnya, Earthshine terjadi ketika cahaya dari Matahari dipantulkan oleh permukaan Bumi ke permukaan Bulan, kemudian dipantulkan kembali oleh permukaan Bulan ke mata kita. Jadi dalam hal ini terjadi dua kali proses pemantulan cahaya Matahari. Karenanya Earthshine jauh lebih redup daripada cahaya Matahari yang dipantulkan langsung oleh Bulan. Selain itu, albedo (rasio intensitas cahaya Matahari yang dipantulkan dengan yang diserap oleh suatu benda) Bulan juga lebih rendah dibanding albedo Bumi. Walaupun Earthshine ini sangat redup, namun masih mampu menyinari beberapa fitur Bulan. Dengan adanya Earthshine ini, kita dapat mengamati bagian gelap Bulan walupun hanya sebagian tipis sabit yang bersinar terang.
Karena Earthshine menyinari bagian gelap pada permukaan Bulan, tentu saja kita hanya bisa menyaksikan fenomena ini selama fase bulan sabit. Fase bulan sabit berlangsung sekitar 1-5 hari sebelum atau sesudah bulan baru. Pada saat sabit awal (1-5 hari setelah bulan baru), kita dapat menyaksikan fenomena ini pada senja hingga awal malam. Sebaliknya, pada saat sabit akhir (1-5 hari sebelum bulan baru), kita dapat menyaksikan fenomena ini pada subuh hingga pagi hari.
Pada waktu-waktu tersebut, Matahari biasanya berada di belakang Bulan dari sudut pandang kita di Bumi dan sehingga Bumi bermandikan sinar Matahari yang kemudian dipantulkan kembali pada permukaan gelap Bulan. Jika Teman-teman berada di permukaan Bulan pada fase sabit, maka tentu saja Teman-teman akan mengamati Bumi bercahaya penuh (purnama).
Sebenarnya, fenomena Earthshine sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Leonardo Da Vinci menjelaskan fenomena ini sekitar 500 tahun yang lalu. Dia menyadari bahwa baik Bumi maupun Bulan mampu memantulkan cahaya Matahari. Akan tetapi ketika Matahari terbenam pada permukaan Bumi dilihat dari permukaan Bulan, permukaan Bulan yang dapat diamati dari Bumi tetap bercahaya, disinari oleh sinar Matahari yang dipantulkan dari Bumi. Cahaya ini oleh astronomer diberi nama “Earthshine”.



Recent Comments