Pernahkan teman-teman mendengar istilah Halo Matahari ataupun Halo Bulan? Halo Bulan ataupun Halo Matahari adalah lingkaran cahaya yang sangat besar yang mengeliingi Bulan dan Matahari. Tentu saja halo ini tidak muncul setiap kita melihat Bulan dan Matahari. Karena halo merupakan fenomena optis yang disebabkan oleh kondisi cuaca di Bumi. Fenomena ini hanya bisa disaksikan jika terjadi perubahan cuaca yang sangat buruk. Tentu saja, fenomena ini sulit diprediksi kemunculannya, karena tidak setiap kondisi cuaca buruk menghasilkan halo.
Halo Matahari yang sering kita amati memiliki radius sekitar 22 derajat sehingga seringkali disebut sebagai “Halo 22-derajat” atau disebut juga sebagai halo dalam/inner halo.
Proses terbentuknya halo ini berasal dari interaksi cahaya Matahari dengan partikel es di atmosfer yang memiliki bentuk heksagonal (segienam). Sudut bias cahaya Matahari yang masuk dan keluar bidang sisi kristal es membentuk sudut 220. Karena kristal es yang terdapat di atmosfer kita tersebar dan menghadap ke segala arah, menyebabkan kita bisa mengamati lingkaran cahaya dengan radius 22 derajat ini.
Selain lingkaran 22 derajat, Matahari juga mempunyai halo dengan radius lebih besar yaitu 46 derajat. Halo ini disebut halo luar/outer halo. Halo luar ini terbentuk karena cahaya Matahari memasuki permukaan prisma vertikal dan keluar pada bidang dasar (atau sebaliknya) pada kristal es. Akan tetapi halo luar ini sangat redup sehingga sulit untuk diamati.
18
May
11

0 Responses to “Halo Matahari”