Negara sejahtera digambarkan sebagai seorang pemuda yang gagah perkasa. Ia mampu bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan dengan tetangga terjalin harmonis. Ia pun terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Semua kemampuannya melangkah, atmosfer persaudaraan dan perdamaian yang dia bangung, semuanya dapat dirasakan banyak orang.
Sebaliknya, negara terpuruk tak ubahnya seorang pemuda yang kurus kering tak bergairah, berjalan gontai tanpa arah. Ia lunglai tak berdaya. Untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, dia terpaksa harus mengemis ke sana-sini. Kalau perlu dia lakukan apa saja, agar bisa bertahan hidup. Pertikaian dan konflik adalah akibat yang tidak bisa dihindari lagi. Permusuhan terjadi di semua tempat yang ia datangi.
Seperti apakah wajah negeri kita saat ini? Ada yang menyebut Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Pergesekan kecil saja di tengah masyarakat kita bisa menyulut pertikaian besar. Entah kapan semuanya berakhir. Patut kita sadari, dari semua konflik yang terjadi, rakyat kecillah yang senantiasa menjadi victim. Bagian tak terpisahkan dari bangsa ini yang hampir selalu disebut dalam wacana tapi dilupakan dalam praktek.
Kita harus memandang sesama sebagai saudara, bukan musuh atau ancaman. Juga harus dipahami bahwa manusia itu jauh dari kesempurnaan walaupun bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk melakukan kesalahan.
Banyak orang berbicara tentang bangsa, tapi sedikit sekali yang berusaha menyodorkan solusi secara jujur. Komentar dan analisis tentu perlu. Tapi, solusi lebih perlu lagi sebab hal itu lebih dekat dengan perubahan konkret.











0 Responses to “wajah negeri ini…”