Beberapa waktu lalu gue sempet “jalan-jalan” ke Yogyakarta dan sekitarnya..
Dalam perjalanan gue itu gue sempet mampir di dua tempat wisata yang cukup terkenal di propinsi ini. Yang pertama Candi Borobudur dan yang kedua Pantai Parang Tritis. Sebelum yang lain protes, gue mau jelasin dulu. Sampai gue menginjakkan kaki di kawasan Borobudur, gue masih berpikir bahwa Candi yang katanya sangat megah itu berada di wilayah propinsi D.I. Yogyakarya (ini kali pertama gue ke Borobudur). Hmm..tapi ternyata Candi Borobudur itu berada di dalam wilayah propinsi Jawa Tengah tepatnya Kabupaten Magelang (at least pengetahuan gue bertambah walaupun sempet ngerasa jadi orang paling bloon).
Gue lanjutin ya ceritanya…
Gue berangkat dari Bandung jam 20.00 naek kereta Lodaya Malam (catat: ini baru kali kedua gue naik kereta api, how sad..). Di tiket kereta tertulis: berangkat jam 20.00, nyampe jam 04.20. Ternyata keretanya tepat waktu (ini baru keren nih). Karena masih pagi banget, gue mutusin jalan-jalan dulu di salah satu Pasar disana sekaligus melaksanakan tugas “survey” yangmenjadi salah satu alasan gue datang ke Yogyakarta. Setelah pagi beranjak siang, gue berangkat ke Borobudur. Hmm, lama juga ternyata perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang.
Di Borobudur, gue disambut baik ma teman-teman gue. Dan tanpa gue minta, mereka dengan senang hati nganterin gue jalan-jalan hampir ke seluruh pojok Borobudur (yang ini mah lebayy..).
Ga sia-sia deh, gue bela-belain ke Yogyakarta (sebenernya dari tadi gue tergoda untuk menuliskan Jogja ketimbang Yogyakarta). Akhirnya bisa melihat langsung salah satu warisan budaya yang pernah menjadi salah satu keajaiban dunia ini. Sebenarnya klo dari penilaian gue yang ga ngerti seni, Candi Borobudur ga jauh berbeda dengan candi-candi laiinya di Indonesia. Yang bikin candi ini sangat istimewa menurut gue adalah reliefnya yang sangat banyak serta bangunannya yang super besar. Katanya (kata temen gue), relief-relief ini menceritakan tentang kehidupan pembangunannya. Yup, gue ngeliat banyak banget relief yang berupa kegiatan manusia. And i think, ga banyak yang berubah dari kebiasaan masyarakat di zaman itu dengan sekarang..(iyakah?)
Habis dari candi, gue samperin tuh, 4 museum yang ada di lingkungan Borobudur. Wah, ini bener-bener keren abis deh. Tapi yang gue sayangkan, di museum MURI, ditampilkan foto-foto yang bersumber dari internet. Mungkin sebenarnya ga ada yang salah ma hal itu. Tapi klo menurut gue, untuk alasan profesionalisme, lebih baik foto yang dipajang adalah hasil karya sendiri..ya ga?
Tempat lainnya yang gue kunjungin adalah Pantai Parang Tritis.
Menurut gue pantai ini unik. Gue ga bisa nemuin suasana yang biasa gue temuin di pantai-pantai propinsi gue di Sumatera Barat sana. Disini gue ga nemu Pohon Bakau (atau mungkingue aja yang ga teliti ya?). Trus karangnya ga bisa di naikin, terlalu terjal. Dan yang paling bikin ngeri, ombaknya gede banget.
Gue sampai dua kali hampir terseret ombak. Mana tangan gue lagi megang kamera. Suerr..gue deg-degan abis. Soalnya kameranya kan kamera pinjeman. Tapi Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa masih ngasih gue kesempatan buat ngelanjutin hidup.
Oh ya, buat temen-temen gue yang di Yogyakarta sana, makasih banyak ya udah bantuin gue..

0 Responses to “Cerita Liburan Gue…”