01
Nov
08

EVOLUSI MATAHARI

sebenarnya udah lama pengen posting tentang evolusi matahari. tapi selain karena sudah terlalu banyak yang mengangkat topik ini, gue juga terlalu malas menulis, menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, dan ga yakin sebelum dibilang ok oleh orang lain. tapi ya udahlah, biar pembaca aja yang menilai. mumpung masih belajar, jadi salah juga ga papa (he2..)

Ok..

now, let’s talk about Sollar Evolution

Berbagai text book astronomi menjelaskan pada kita bahwa, suatu saat Matahari akan mengembang menjadi Maharaksasa Merah dengan ukuran yang sangat besar. Dengan ukuran yang besar ini akan mampu menelan planet-planet dalam termasuk Bumi.

Sebagaimana sebuah bintang, Matahari juga mampu memancarkan cahaya sendiri. Cahaya ini berasal dari energi yang dihasilkan oleh pembakaran inti hidrogen menjadi inti helium di pusat Matahari. Pembakaran ini tidak terjadi terus-menerus, karena hidrogen yang dijadikan sebagai bahan bakar semakin lama akan semakin berkurang. Pembakaran (fusi) hidrogen menjadi helium ini berlansung selama Matahari berada di deret utama pada diagram Herzprung-Russel.

Apabila jumlah hidrogen di inti Matahari sudah habis, maka inti matahari akan mengerut dan lapisan luarnya akan mengembang sehingga diameter Matahari menjadi semakin besar. Posisinya pada diagram Herzprung-Russel akan bergeser pada posisi bintang raksasa Merah (Red Giant Star). Pada fase ini, jika temperatur sudah cukup tinggi, inti Matahari kembali melakukan reaksi pembakaran yaitu pembakaran inti helium menjadi inti carbon. Praktisnya, Matahari melewati 3 tahapan lagi pada masa Raksasa ini. Yang pertama tahap Red Giant Branch (RGB) dimana Matahari mengalami ekspansi untuk pertama kalinya yang disebabkan kehabisan bahan bakar Hidrogen. Yang kedua tahap Horizontal Branch yang bisa dikatakan stabil karena tidak terjadi perubahan luminositas maupun radius dalam proses mengkonveksi inti Helium menjadi Karbon. Dan yang terakhir tahap Asymptotic Giant Branch (AGB) yang merupakan tahap paling tidak stabil karena terjadi Helium shell flash yang berulang-ulang. Setelah melewati fase AGB Matahari akan kehilangan semua bakan bakar pada intinya, sehingga Matahari akan terus mengerut dan menjadi bintang katai putih (white dwarf).

Diperkirakan, dalam 7.5 milyar tahun, Bumi kita akan ditelan oleh Matahari yang berada pada tahap Maharaksasa Merah (RGB dan AGB). Sementara, 2 milyar tahun sebelum itu yaitu sekitar 5.5 milyar tahun dari sekarang, luminositas Matahari akan meningkat dua kali lipat sehingga menyebabkan Bumi menjadi sangat panas dan tidak bisa ditempati makhluk hidup lagi. Dan segera setelah Matahari mencapai puncak tahap  Asymptotic Giant Branch (AGB), luminositasnya akan meningkat tajam hingga beberapa ribu kali nilai luminositasnya sekarang.

Namun, ada satu teori lain yang menyatakan tentang pengurangan massa Matahari. Menurut teori ini, walaupun radius dan luminositas Matahari meningkat tajam Matahari masih menglami pengurangan massa yang memungkinkan planet-planet dalam selamat dari ditelan oleh ekspansi Matahari. tentang pengurangan massa matahari (sollar mass loss) ini, pembaca bisa melihat pada postingan sebelumnya “Mengenal Sollar Mass Loss”.


0 Responses to “EVOLUSI MATAHARI”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




 

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Chiba Yumi

visitor’s counter

visitor’s track

Archives

best V

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

blog urang awak

Lyrics