Hari ini, gw hanya punya satu agenda yaitu menghadiri pembukaan kelas B. Arab di GSS A Salman. Begitu selesai pembukaan kelas B. Arab ini, hujan deras melanda Bandung. Akhirnya gw terkurung di Salman dan ga bisa kemana-mana. Padahal dari semalam, begitu kembali dari Observatorium Bosscha, keinginan gw cuma satu yaitu nge-cek email.
Akhirnya keinginan itu baru bisa gw wujudkan setelah sempat berhujan-hujan beberapa lama dalam perjalanan menuju Observatorium Bosscha. Sesampainya di Bosscha, gw langsung menuju ke ruang ukur dimana tersedia beberapa komputer yang bisa gw manfaatkan buat nge-cek email.
Dan, tak lama kemudian setelah membaca email pendek dari seorang saudara di jalan Allah, gw ga sanggup berkata apa-apa. yach, inilah buah kelalaian gw selama ini. Salah satu agenda da’wah telah gagal, dan gw berkontribusi dalam ketidakberhasilan agenda tersebut. gw hanya bisa terhenyak, menangis tanpa air mata. bahkan untuk menangis pun gw ngerasa ga berhak.
Ya Rabb, masih adakah jalan, waktu dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan demi kesalahan yang senantiasa hamba perbuat????











Yang gagal apaan, teh?
Kok bisa, berkontribusi dalam kegagalan?
yah, ketika kegagalan itu terjadi disebabkan kelalaian kita, bukankah itu namanya berkontribusi dalam kegagalan?
am I wrong?