09
Jul
09

Cosmic Downsizing

Selama bertahun-tahun para astronomer percaya bahwa alam semesta telah memasuki fase pertengahan dimana aktivitas alam semesta sudah jauh berkurang dibanding aktivitas yang terjadi selama fase awal.
Pada fase awal hingga sekitar 6 milyar tahun setelah big bang, merupakan era aktivitas puncak cosmis. Pada fase ini, bintang terbentuk dalam jumlah yang sangat besar, galaksi-galaksi bertabrakan dan bergabung, serta black holes ditarik ke dalam pusaran gas. Pada fase selanjutnya, sekitar 8 milyar kemudian aktivitas ini menurut sangat kontras. Tabrakan galaksi berkurang, pembentukan bintang tidak lagi besar-besaran, serta sejumlah black hole raksasa mengalami fase dorman.
Pengamatan dan penelitian pada beberapa tahun terakhir alhirnya membuktikan bahwa ternyata hasil ini terlalu dilebih-lebihkan. Penemuan terakhir menunjukkan bahwa alam semesta masih melaksanakan aktivitasnya di seluruh jagad. Jika dulu pada fase awal terjadi pembentukan bintang-bintang besar dalam jumlah kecil, maka sekarang dideteksi adanya sejumlah besar pembentukan bintang-bintang kecil.
Dalam memperoleh jawaban untuk keadaan ini, para astronomer banyak melakukan pengamatan terhadap blck hole dan quasar. Pengamatan pada cahaya tampak pada akhir 1980-an memberikan hasil bahwa jumlah quasar pada fase awal jauh lebih banyak daripada jumlah inti galaksi aktiv yang ada saat ini. Karena supermassive black hole yang menyebabkan aktivitas quasar yang sangat jauh, tidak dapat dihancurkan, para astronomer mengasumsikan bahwa banyak galaksi-galaksi dekat yang mengandung quasar yang telah mati (black hole yang kehabisan fuel supply).
Pengamatan pada cahaya tampak memang tidak memberikan hasil yang memuaskan. Karena cahaya tampak tidak mampu menembus awan gas dan debu yang menutupi black hole. Akan tetapi keterbatasan ini bisa dijawab dengan pengamatan pada panjang gelombang x ray. Sinar X, dalam hal ini lebih powerful karena Sinar X mampu menembus awan dan debu yang menyelimuti black hole. Karena black hole tidak mampu melewati atmosfer bumi, kita membutuhkan teleskop X ray antariksa yang mampu mendeteksi aktivitas black hole. Saat ini teleskop yang sangat diandalkan untuk kepentingan ini adalah Chandra Observatory dan XMM/Newton X-ray Observatory.
Selain itu, pada tahun 2000, sebuah tim yang terdiri dari Lennox L. Cowie (University of Hawaii Institut for Astronomy), Richard F. Mushotzky (NASA Goddard Space Flight Center), Eric A. Richards (Arizona State University), dan Amy J. Barger (University of Wisconsin) melakukan identifikasi optis terhadap 20 sumber X-ray hasil temuan Chandra dengan menggunakan teleskop Subaru di Mauna Kea-Hawaii. Hasilnya sangat mengejutkan, kebanyakan supermasiv black hole yang masih aktiv menempati galaksi-galaksi yang dekat dan terang.
Hasil ini cukup melegakan para ahli karena ternyata tidak semua supermasiv black hole dibentuk pada era quasar, tapi ada juga yang terbentuk pada present universe. Akan tetapi supermasiv black hole yang ada saat ini tentu berbeda dengan supermasiv black hole yang lahir pada era quasar (yang saat ini bisa diamati pada distant quasar). Distant quasar merupakan pemakan yang rakus yang menelan semua material yang ada di sekelilingnya dengan kecepatan tinggi. Berbeda dengan present-day black hole yang lebih moderat.
Para ahli hingga saat ini masih belum berhasil mengetahui apa yang menyebabkan perbedaan ini. Namun kemungkinannya adalah bahwa present-day black hole memiliki gas dan material yang lebih sedikit untuk dikonsumsi. Galaksi-galaksi dekat mengalami lebih sedikit tabrakan dan penggabungan dengan galaksi lain dibanding galaksi-galaksi tua. Sedikitnya tabrakan antar galaksi, yang normalnya menghasilkan banyak material yang bisa dikonsumsi black hole, juga menyebabkan aktivitas black hole jadi berkurang.

25
Jun
09

Naked Singularities

Kondisi Singularitas sangat akrab dengan salah satu objek astronomi yaitu Balck Hole atau Lubang Hitam. Dalam sebuah Black Hole, kondisi singularitas tidak bisa diamati alias tertutup. Kondisi ini dibatasi oleh sebuah “event horizon” yang menyembunyikan singularitas didalamnya. Tak ada satu hal pun yang jatuh ke permukaan ini bisa keluar lagi atau diamati ‘nasib’nya.

Berbeda halnya dengan naked singularity yang tidak mempunyai dinding pembatas yang menghalangi observasi terhadap apa yang akan terjadi didalam singularitas. sehingga kita bisa mengamati apa yang terjadi pada setiap objek yang jatuh ke permukaan black hole.

to be continued..(:

14
May
09

wajah negeri ini…

Negara sejahtera digambarkan sebagai seorang pemuda yang gagah perkasa. Ia mampu bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan dengan tetangga terjalin harmonis. Ia pun terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Semua kemampuannya melangkah, atmosfer persaudaraan dan perdamaian yang dia bangung, semuanya dapat dirasakan banyak orang.

Sebaliknya, negara terpuruk tak ubahnya seorang pemuda yang kurus kering tak bergairah, berjalan gontai tanpa arah. Ia lunglai tak berdaya. Untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, dia terpaksa harus mengemis ke sana-sini. Kalau perlu dia lakukan apa saja, agar bisa bertahan hidup. Pertikaian dan konflik adalah akibat yang tidak bisa dihindari lagi. Permusuhan terjadi di semua tempat yang ia datangi.

Seperti apakah wajah negeri kita saat ini? Ada yang menyebut Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Pergesekan kecil saja di tengah masyarakat kita bisa menyulut pertikaian besar. Entah kapan semuanya berakhir. Patut kita sadari, dari semua konflik yang terjadi, rakyat kecillah yang senantiasa menjadi victim. Bagian tak terpisahkan dari bangsa ini yang hampir selalu disebut dalam wacana tapi dilupakan dalam praktek.

Kita harus memandang sesama sebagai saudara, bukan musuh atau ancaman. Juga harus dipahami bahwa manusia itu jauh dari kesempurnaan walaupun bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk melakukan kesalahan.

Banyak orang berbicara tentang bangsa, tapi sedikit sekali yang berusaha menyodorkan solusi secara jujur. Komentar dan analisis tentu perlu. Tapi, solusi lebih perlu lagi sebab hal itu lebih dekat dengan perubahan konkret.

13
May
09

Dream Board

Dalam sebuah training, gue diminta menuliskan mimpi gue dalam hidup di atas sebuah kertas dan melengkapinya dengan gambar-gambar yang mungkin bisa memvisualisasikan mimpi tersebut. awalnya sempet berpikir skeptis juga. gue sebenernya tipe orang tertutup yang kalaupun gue punya sejuta mimpi, just let me keep it for my self!

tapi ternyata setelah gue mengikuti semua prosedur (halah..) dan mencoba memvisualisasikan mimpi-mimpi yang ingin gue raih dalam batas waktu yang diberikan, jadi kerasa banget betapa jelasnya tujuan hidup gue. gue jadi makin yakin dengan kemampuan gue untuk meraihnya. dan setelah berbagi dengan teman-teman, ternyata mereka juga merasa sangat terbantu dengan media dream board ini.

Dream board tidak hanya membantu memperjelas mimpi-mimpi kita, tapi juga menambah keyakinan diri akan tercapainya mimpi tersebut..

try it..believe me, its wonderful

05
May
09

Angin, Tuntun Aku

Angin, tuntun aku dalam melangkah
tuntun aku agar sampai ke tujuanku
biarkan kekuatanmu bimbing aku agar tak jatuh
agar aku tak menyimpang dari jalanku

Angin, tampar aku..
tampar aku jika aku berniat untuk mundur
jika aku berniat untuk lari dari jalanku, dari tujuanku

Angin, bisiki aku dengan cintamu
agar aku tahu kau selalu bersamaku
menuntunku dalam melangkah
menemaniku saat sendiri
menegurku saat ku lalai
mengingatkanku saat ku lupa

Angin..
teruslah bertiup, berhembus hingga akhir waktu
sampaikan pesan cintaku pada keluargaku
pada ayah, pada ibu
pada keluarga yang selalu mencintaiku
sampaikan, katakan pada mereka
bahwa aku sayang mereka

Angin..
biarkan aku merasakan kekuatanmu
kekuatan yang bisa membuat aku bangikt dari setiap keterpurukan
kekuatan yang bisa melindungi tapi juga bisa menghancurkan
biarkan aku merasakannya
biarkan juga aku memilikinya
agar aku sanggup melangkah ke depan
melangkah tanpa ragu di atas kehancuranku
membuktikan pada dunia bahwa “Aku Mau Hidup”

27
Apr
09

Teori Motivasi

Wah, tumben gue posting yang beginian..

Gini ceritanya…

Semester ini gue kan lagi ngambil mata kuliah Motivasi Berprestasi. Dalam minggu ini, kita dapet materi tentang teori-teori motivasi. ini nih, diantaranya yang udah gue pelajari..

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.
Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :

* Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
* Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
* Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.

Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.

2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

secara umum, gue lebih setuju dengan teorinya McLelland. sedangkan teorinya Maslow agak membingungkan karena menurut gue, yang namanya kebutuhan tidak bisa menghilang begitu saja dari kehidupan kita walupun kita udah pernah memenuhinya. yah, emang klo udah pernah makan, ga bakal butuh makan lagi???

04
Apr
09

Ironisme Pemilu

Sekedar pengen curhat tentang kondisi pemilu di negri tercinta ini. Gue beserta beberapa (mungkin sebenarnya banyak) teman lainnya yang notabene perantau dan tinggal jauh dari rumah sangat ingin berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Akan tetapi, kami terpaksa menerima nasib tidak bisa memilih, karena pihak pemerintah di tempat tinggal asal kami tidak bersedia mengeluarkan formulir A5. Katanya sih, belum dikasih dari sononya..Padahal Pemilu tinggal hitungan hari. Pulang kampung juga bukan alternatif yang memungkinkan bagi kami karena biaya yang sangat mahal sementara liburan hanya 4 hari…

Di sisi lain, tidak sedikit teman-teman yang memang punya kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya malah memutuskan untuk tidak berpartisipasi sama sekali dalam pemilu. Mereka merasa calon pemimpin yang ada tidak berkompeten untuk memimpin negri ini sehingga memutuskan untuk tidak ikut memilih.

Gue pribadi ngerasa sedih banget ngeliat ironi ini. Seolah-olah rakyat tidak lagi peduli terhadap masa depan bangsa. Dan buat yang mencoba peduli malah dihalang-halangi…

yah, akhirnya lewat tulisan singkat ini, gua cuma pengen menghimbau semua Warga Negara Indonesia a.k.a WNI baik yang tinggal di Indonesia maupuin yang tinggal di luar negri untuk memanfaatkan hak suaranya dengan sebaik-baiknya. Mari bersama-sama kita perbaiki kondisi negara kita tercinta ini. Jadilah bagian dari perubahan..!!




 

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

visitor’s counter

visitor’s track

Archives

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

blog urang awak

mErDekA

Lyrics